FILSAFAT ISLAM(BERFIKIR)
A.PENGERTIAN FILSAFAT ISLAM
Secara garis besar ontologi dalam Islam ada tiga, yeitu Allah, Alam dan Hari Pertemuan. Allah, Dialah yang menciptakan alam dan akan mengadakan hari pertemuan tersebut. Alam adalah segenap makhluk yang telah diciptakannya; alam merupakan kalamNya dalan ayat-ayatNya yang tidak tertulis. Sedangkan hari pertemuan merupakan hari di mana manusia dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan dan amanah yang telah diperbuatnya.
Ontologi merupakan pokok-pokok perkara yang ada secara hakiki. Yang merupakan wilayah kajian pengetahuan. Pengetahuan tentang Allah, alam dan hari pertemuan, memang bukan merupakan jaminan bahwa seseorang yang menguasainya secara baik, akan menjadikan dirinya baik dalam beribadah dan berakhlak secara benar di dalam kehidupannya.
Akan tetapi pada faktanya secara umum, hanya orang-orang yang berimanlah yang mau mengetahui secara mendalam dan luas akan Allah, hari kiamat dan kehidupan ini. Sehingga sikap mereka semakin baik dan peran mereka semakin berarti. Itulah sebenarnya yang merupakan pokok tujuan dari penulisan kajian-kajian tentang ontologi Islam di dalam kitab dan karangan para ulama. Semakin mendalam pengetahuan kita tentang Allah, hari akhirat dan kehidupan ini, rasa takut kepada Allah akan semkain besar. Pada akhirnya berefek pada tabiat taat dan bersih hati.
Ontologi selalu berkaitan dengan epistemologi, akisologi, dan metodologi. Ontologi tentang Allah, Kehidupan dan Hari Pertemuan menuntut seseorang untuk mengambil sumber pengetahuan yang telah ditentukan. Sehingga diperoleh informasi yang benar tentang ketiga perihal ini. Demikian pula pengetahuan tentang hal tersebut menuntut seseroang untuk memilliki nilai diri yang telah ditentukan pula. Yaitu agar ia aktif dalam ibadah dan menjaga akhlak-akhlak dalam kehidupannya.
Orang-orang yang beriman sekali pun ia telah beriman sejak lahir, karena dilahirkan di tengah orang tuanya yang mukmin, tetap wajib untuk mendalamontologi Islam. Sebab untuk melahirkan mukmin yang miliitan, tidak bisa tanpa pengetahuan yang benar dan mendalam tentang Allah, kehidupan dan hari pertemuan ini. Dengan demikian, aspek ontologi Islam harus menjadi sentral pembahasan dalam ilmu-ilmu dan pelajaran-pelajaran yang diselenggarakan di tengah masyarakat Islam, baik di tengah keluarga, sekolah dan masyarakat itu sendiri.
Allah
Siapa Allah ?
Allah adalah Rabb. Artinya Dialah yang menciptakan alam semesta. Termasuk di dalamnya manusia. Termasuk alam itu adalah ghaib. Ada malaikat dan jin, serta alam ruh, alam barzakh.
Allah itu Esa. Tidak ada sekutu bagiNya. Tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan. Serta tidak ada satu hal pun yang sama denganNya. Allah adalah Rabb manusia. Semua manusia diciptakan oleh Allah. Karena Allah adalah Rabb manusia, maka manusia harus berbakti kepada Rabbnya dengan menjadikan Dia sebagai Ilahnya. Menjadikan Allah sebagai Ilah merupakan tuntutan dari Allah kepada makhlukNya bernama manusia.
Allah adalah Ilah. Artinya Dialah yang memegang hak untuk disembah di alam ini. Manusia hanya dibenarkan menyembah hanya kepada Allah semata. Manusia dilarang keras menyembah kepada selain Allah. Menyembah kepada selain Allah merupakan suatu dosa yang sangat besar.
Bagaimana cara manusia menyembah kepada Allah, mesti mengikuti cara para Nabi menyembahNya. Sebab, cara menyembah Allah, tidak bisa melalui kreasi akal atau seni manusia. Sedangkan para Nabi itu adalah manusia pilihan Allah yang diutus olehNya kepada manusia untuk menyeru kepada peribadatan kepadaNya.
Dari mana kita tahu Allah?
Manusia bisa mengenal Allah dengan banyak jalan. Melalui pendidikan, membaca, mendengar, meneliti dan berfikir. Banyak sekali informasi tentang Allah. Dan informasi yang akurat tentang Allah di dapat manusia melalui wahyu. Wahyu itulah yang merupakan sumber informasi tentang Allah sebelum ada di dalam sistem pendidikan, bacaan selain kitan suci, ceramah para mubaligh atau Dai.
Untuk mengenal Allah, seseorang mesti mengenall wahyu dan Rasul. Dengan mengenal wahyu dan Rasul, maka banyak hal yang dapat dikenali selanjutnya. Terutama konsep tentang agama, akhirat, rasul, kewajiban dan larangan dalam hidup.
Bagaimana nilai kita terhadap Allah?
Dalam kaitannya dengan Allah, nilai manusia terdiri atas berbagai golongan. Ada yang mengetahuiNya, ada yang tidak. Ada yang meyakiniNya, ada yang meragukanNya. Manusia yang mengetahui dan meyakiniNya, disebut orang beriman. Yang tidak mengetahuiNya dengan benar, disebut dengan sebutan orang jahiliah. Yang tidak meyakininya disebut dengan kafir. Orang jahiliah itu termasuk salah satu golongan kafir.
Manusia bila ingin termasuk orang yang beriman, maka ia harus meninggalkan kekafiran. Ia harus masuk ke dalam agama Islam. Kenapa Islam? Tidak agama yang lain? Sebab Islam merupakan syarat diterimanya ibadah. Hal itu disebabkan karena hanya Islam yang merupakan satu-satunya agama yang direstui di muka bumi oleh Allah. Dan karena Islam datang dari Allah. Allah telah menetapkan Islam sebagai agama yang sah di sisiNya. Agama-agama lain tidak diterima Allah.
Penetapan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang sah di sisi Allah, dikemukakan Allah di dalam al-Quran. Al-Quran itu sendiri merupakan firman Allah. Seluruh kandungan di dalam al-Quran adalah wahyu atau kalam atau perkataan Allah. Bukti bahwa al-Quran merupakan wahyu Allah, adalah kemukjizatan yang dimiliki al-Quran itu sendiri. Mukjizat itu membuktikan bahwa al-Quran bukan buatan manusia.
Kebenaran Islam berdiri di atas wahyu, akal dan bukti-bukti. Artinya tidak akan ada di dunia ini hal yang bisa membantah kebenaran Islam, tidak akan ada pemikiran yang bisa meruntuhkan argumentasi bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang benar, dan tidak ada satu pun bukti yang bisa mendukung suatu perkataan bahwa Islam adalah agama yang salah. Bukti-bukti menunjukkan akan keagungan dan kebenaran Islam.