jurnal Ratna murni

Laman:dari 26    
275Perkembangan OntOlOgi dalam FilsaFat islam STAIN Kudus, Jawa Tengah, ratnamurninasution@gmail.com THE   ONTOLOGY   DEVELOPMENTS   IN   ISLAMIC PHILOSOPHY. The primary basis in the study of  ontology is what it  is,  where  it  exists  and,  what  the  truth  is.  The  fundamental  and profound of  these issues, so that people are faced with different answers. The first question, “what is there”, gives different answers according to their beliefs. Monism, which is only one and that one was spirit and ideas, then gave the flow of spiritualism and idealism. But if that one is full of material, then gave materialism. Dualism, that is round two, for example, body and soul, it gives the existentialism flow. Pluralism, that is composed of  many elements, there is something that cannot be known, then gave the flow of agnosticism. The second problem, “where it exists”, the answer is that dwells in the world of ideas, abstract, fixed and immutable. That is living in the world of ideas that are concrete and individual, so that the truth is limited and changeable. The third issue, “what the truth is”, if the truth is eternal and immortal, then it is God. However, if the truth is capricious, then the problem is how to change it and what determines the change.Keywords: Ontology, Philosophy, Existence, Essence, Metaphysics.Jurnal Penelitian, Vol. 7, No. 2, Agustus 2013
Fatkhul Mufid276Jurnal Penelitian, Vol. 7, No. 2, Agustus 2013abstrakDasar  utama  dalam  kajian  ontologi  adalah  apa  yang  ada,  di mana  yang  ada  dan,  apa  itu  kebenaran.  Sedemikian  mendasar  dan mendalamnya persoalan-persoalan ini, sehingga manusia dihadapkan pada  jawaban-jawaban  yang  berbeda.  Persoalan  pertama,  “apa yang ada”, memberikan jawaban yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinan  mereka.  Monisme,  yang  ada  hanya  satu  dan  yang  satu itu  serba  spirit  dan  ide,  maka  melahirkan  aliran  spiritualisme  dan idealisme. Tetapi jika yang satu itu serba materi, maka melahirkan materialisme.  Dualisme,  yang  ada  serba  dua,  misalnya  jiwa  dan raga,  maka  lahirlah  aliran  eksistensialisme.  Pluralisme,  yang  ada terdiri atas banyak unsur, yang ada adalah sesuatu yang tidak dapat diketahui, maka melahirkan aliran agnostisme. Persoalan kedua, “di mana yang ada”, jawabannya adalah yang bersemayam dalam dunia ide, bersifat abstrak, tetap, dan abadi. Yang ada bermukim di dunia ide yang bersifat kongkret dan individual, sehingga kebenarannya terbatas dan berubah-ubah. Persoalan ketiga, “apakah kebenaran itu”, jika yang dimaksud kebenara itu kekal dan abadi, maka itu adalah  Tuhan.  Akan  tetapi,  jika  kebenarannya  berubah-ubah, maka  persoalannya  adalah  bagaimana  perubahan  itu  dan  apa  yang menentukan perubahan itu.Kata Kunci: Ontologi, Filsafat, Ada, Hakikat, Metafisika. Pendahuluan a.Berpikir mengenai apakah ada itu dalam filsafat disebut ontologi.  Berpikir  mengenai  bagaimana  itu  disebut epistemologi. Adapun berpikir untuk apa tahu disebut aksiologi. Filsafat Islam sebelum berkembang juga berawal dari penerimaan pemikiran Yunani. Pengaruh pemikiran Yunani tersebut tampak dengan jelas  pada  pokok-pokok  pikiran  tokoh-tokoh  filsuf  Muslim. Pemikiran  Islam  (filsafat)  yang  berasal  dari  produk  Yunani tersebut memang tidak dapat dimungkiri, tetapi kita seharusnya menyadari bahwa hal itu tidak sepenuhnya dapat menyelesaikan persoalan kekiniaan, karena konteks persoalan yang dihadapi sudah banyak berubah. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian kembali terhadap keberadaan filsafat Islam yang lebih sesuai untuk  menjawab persoalan kekinian.
Jurnal Penelitian, Vol. 7, No. 2, Agustus 2013277Perkembangan Ontologi dalam Filsafat IslamOntologi berasal dari dua kata onto dan logi, artinya ilmu tentang  ada.  Ontologi  adalah  teori  tentang  ada  dan  realitas. Ontologi (ilmu hakikat) merupakan bagian dari metafisika, dan metafisika  merupakan  salah  satu  bab  dari  filsafat.  Meninjau persoalan  secara  ontologis  adalah  mengadakan  penyelidikan terhadap  sifat

Postingan populer dari blog ini

AKSIOLOGI

rangkuman bab 1 tasawuf

FILSAFAT ISLAM(BERFIKIR)